https://apis.google.com/js/plusone.js SCR(Sillicone Controlled Rectifier) ~ Sakarepku Blog

Jumat, 18 November 2011

SCR(Sillicone Controlled Rectifier)


Asal Mula SCR
         Nama lainnya adalah thyristor yang diambil dari gabungan antara thyratron dan transistor. Pada tahun 1957 thyristor telah diproduksi dan telah dipasarkan pula. thyristor dibuat dari susunan bahan silicon dan sifat - sifatnya yang hampir mirip dangan sillicone rectifier juga dengan dioda 4 lapis.
         Keistimewaan dari thyristor dibandingkan sillicon rectifier adalah adanya tambahan elektroda yang disebut gate. Gate ini merupakan tempat dimana thyristor dikendalikan (controlled) karena itu thyristor juga disebut " Sillicon Controlled Rectifier" disingkat SCR.
         Penggunaan yang nyata pada saat sekarang ini adalah untuk switching daya listrik yang besar yang dapat mengendalikan pengaturan beban putaran motor listrik, pengaturan alat pemanas listrik, pengatur lampu penerangan, relay dan alat - alat yang peka.

         Sifat - sifat SCR
  1. Dalam keadaan gate tidak dipicu, SCR tidak menghantarkan arus
  2. Apabila tegangan picu diberikan pada gate maka SCR akan menghantarkan arus, jadi akan bekerja sebagai sillicon dioda biasa yang dapat menghantarkan arus pada jurusan dari anoda ke katoda , akan tetapi "bloked" pada jurusan yang sebaliknya.
  3. Sewaktu SCR telah ON setelah itu gate diputuskan maka SCR tetap ON
  4. Hubungan antara gate dan katoda pada SCR bersifat seperti dioda sillicon, sehingga antara gate dan katoda berimpedansi rendah pada arah forward
  5. Apabila SCR telah dalam keadaan ON, cara untuk meng-off kan tidak dapat dilakukan melalui gate, melainkan kita harus menurunkan besarnya arus anoda - katoda sampai batas dibawah nilai Ih " holding current " ( nilai mendekati nol ).
                                    Rangkaian dasar pengontrol dengan SCR dan TRIAC

(Buatan sendiri pertama)

1 komentar: